Museum De Mata-De Arca Yogyakarta yang Wajib Dikunjungi

Yogyakarta merupakan salah satu propinsi yang sering dikunjungi sebagai objek wisata. Yogyakarta memiliki daya tarik berupa adanya banyak wisata budaya dan wisata alam yang memukau. Selain itu Jogja juga memiliki banyak wisata belanja bagi wisatawan yang gemar berbelanja. Saat ini, Jogja berkembang lebih cepat dari sebelumnya. Hal ini ditandai dengan bermunculannya objek wisata baru yang menarik.

Seiring perkembangan zaman, objek wisata mulai berkembang ke sektor yang lebih modern. Bukan hanya pengembangan sektor wisata alam saja, objek wisata yang bertema fotografi unik juga mulai bermunculan di beberapa kota, termasuk Jogja. Salah satu Tempat Hunfot di Jogja yang menarik adalah Museum De Mata-De Arca Yogyakarta yang merupakan museum fotografi unik yang mungkin menarik untuk Anda kunjungi. Berikut beberapa penjelasannya.

Keunikan Museum De Mata-De Arca

Seperti yang dijelaskan di atas, akhir-akhir ini minat wisatawan yang berkunjung ke daerah-daerah tertentu mulai berubah. Jika dulu wisatawan suka berkunjung ke objek wisata alam atau wisata budaya, saat ini mereka lebih mencari hal-hal unik dan spot foto menarik untuk dikunjungi. Akhirnya di Jogja muncul beberapa objek wisata yang menarik untuk fotografi, salah satunya adalah Museum De Mata-De Arca Yogyakarta.

Museum ini adalah museum tiga dimensi atau Spot Foto 3D di Indonesia yang sebenarnya terdiri dari dua area utama. Yang pertama adalah De Mata, yang merupakan museum trick eye yang menarik. Sedangkan yang kedua adalah De Arca, yang merupakan museum patung lilin dari tokoh-tokoh terkenal. Keduanya berada di satu gedung dan pengunjung bisa berkunjung ke kedua museum tersebut sekaligus agar tiket masuk yang dibayarkan lebih murah.

Hal menarik dari sini tentu saja keberadaan objek fotografi yang unik. Dimana pengunjung bisa mengambil foto di tempat atau spot yang menarik dan bertema tiga dimensi. Demikian pula di De Arca dimana pengunjung tidak hanya bisa melihat patung lilin dari orang-orang terkenal saja, melainkan juga bisa berfoto bersama patung orang terkenal tersebut. Sehingga seolah-olah pengunjung berfoto dengan tokohnya yang sebenarnya karena patungnya sangat mirip.

Lokasi Museum De Mata-De Arca

Museum De Mata-De Arca Yogyakarta berada di Jalan Veteran, Umbul Harjo, Gedung XT Square, Yogyakarta. tempat ini bbisa dikunjungi setiap hari dari jam 10.00 hingga jam 22.00 WIB. Lokasinya cukup mudah dijangkau sehingga tidak perlu bingung jika ingin berkunjung ke sana. Berikut beberapa rute yang bisa dipilih untuk menuju ke sana.

  • Jika Anda dari Bandara, Anda bisa menuju ke arah Jalan Laksda Adisucipto lalu menuju ke arah kota. Anda akan menemukan Jalan Veteran. Temukan Kebun Binatang Gembiraloka karena lokasinya berdekatan dengan kebun binatang. Ambil belokan ke kanan dan Anda akan sampai di XT Square.
  • Jika Anda berada di Ringroad Selatan di Terminal Giwangan, ambil rute untuk melewati Jalan Pramuka, Jalan Perintis Kemerdekaan, lalu menuju ke Jalan Veteran dan tujulah XT Square Yogyakarta.
  • Jika berasal dari arah Pusat Jogja, yaitu di area Keraton, Anda bisa berkendara menuju Alun-alun Kidul. Dari sana tujulah Jalan MT Haryono lalu arahkan ke Jalan Mayjen Sutoyo. Dari sana, ambil rute Jalan Kolonel Sugiono, Jalan meneteri Supeno, dan Anda akan Sampai ke Jalan Veteran tempat dimana XT Square berada.

Itulah beberapa rute yang bisa dicapai untuk menuju ke Museum De Mata-De Arca.

Harga Tiket Masuk

Bagi Anda yang penasaran dengan Museum De Mata-De Arca Yogyakarta mengenai tiket masuknya, sebenarnya untuk masuk ke sana cukup murah. Untuk kunjungan di hari Senin sampai Jumat pada pukul 10.00 sampai 15.00, pengunjung perlu membayar Rp 30.000 untuk memasuki De Mata 1, Rp 30.000 untuk memasuki De Mata 2, dan Rp 35.000 untuk memasuki De Arca. Namun jika ingin membeli tiket terusan akan dikenakan tarif hanya Rp 90.000.

Untuk kunjungan hari Senin hingga Jumat pada pukul 15.00 hingga 22.00, pengunjung perlu membayar Rp 40.000 untuk masuk De Mata 1, Rp 40.000 untuk masuk De Mata 2, dan Rp 50.000 untuk masuk De Arca. Namun jika ingin membeli tiket terusan, hanya perlu membayar Rp 100.000 saja per orang.

Saat weekend, dari jam 10.00 hingga jam 22.00, pengunjung perlu membayar Rp 50.000 untuk De Mata 1, Rp 50.000 untuk De Mata 2, dan Rp 60.000 untuk De Arca. Namun jika ingin membeli tiket terusan, hanya Rp 120.000 saja per orang.

Sangat direkomendasikan untuk pengunjung bisa membeli tiket terusan. Karena selain lebih hemat, Anda juga tidak akan menyesal jika datang ke Spot Foto Di Jogja ini dan bisa mengeksplor kawasan wisata ini dengan lebih puas dan pastinya lebih seru dan menambah pengalaman.

Fasilitas Museum De Mata-De Arca

Untuk Anda yang ingin tahu apa saja yang ada di dalam Museum De Mata-De Arca Yogyakarta, berikut beberapa fasilitas yang bisa didapatkan.

  • Foto tiga dimensi
Foto tiga dimensi

Salah satu fasilitas utama yang ada di Museum De Mata-De Arca, yaitu adanya spot foto tiga dimensi. Anda bisa berfoto sepuasnya dengan latar belakang berupa lukisan-lukisan tiga dimensi yang unik dan menarik.

Ada banyak tema lukisan tiga dimensi yang bisa dijadikan latar belakang foto. Namun pastinya semua lukisan tiga dimensi yang ada di sana sangat menarik dan unik.

Anda juga bisa mengasah kreatifitas dan imajinasi ketika berada di sana. Cocok juga untuk wisatawan usia anak-anak sehingga mereka bisa mendapatkan pengalaman ruang yang berbeda dengan daya imajinasi yang terbuka lebar.

  • D’WALIK
D’WALIK

Menjelang lebaran tahun 2017, Museum ini juga menawarkan fasilitas baru yang pastinya lebih seru. Yaitu adanya fasilitas D’WALIK yang memiliki konsep terbalik. Setidaknya ada sekitar 30 ruangan dengan dekorasi yang berbeda yang bisa dijadikan spot foto.

Ruangan tersebut memiliki perabot yang terbalik sehingga pengunjung bisa merasakan sensasi berfoto di rumah atau ruangan yang seperti anti grafitasi. Hasil foto pun akan menjadi lebih unik.

Konsep ini mirip dengan Upside Down World yang sudah ada di beberapa kota seperti Upside Down World Jogja. Di sana ada ruang bengkel, ruang olahraga, ruang bayi, ruang studio, dan masih banyak lagi. Anda bisa berpose dengan unik dan lebih ekspresif di sana.

  • Horror Room
Horror Room

Selain adanya konsep foto tiga dimensi dan foto terbalik, masih ada wahana lain yang seru dan sayang jika dilewatkan begitu saja. Yaitu adanya Horror Room atau ruangan horor. Seperti namanya, ruangan ini bertema hantu dan angker. Namun ruangan yang ada tidak akan membuat Anda terlalu seram dan masih cocok untuk tempat foto.

Ruangan ini adalah rumah sakit jiwa yang kosong. Ada banyak serangga dan ceceran darah untuk lebih mengesankan sifat horornya. Ada pula beberapa tengkorak yang terkesan sangat mengerikkan.

Horror room juga bisa dijadikan spot foto. Dan pengunjung yang berfoto di sana pasti akan menemukan kesan berbeda saat berpose dan mengambil gambar. Bisa jadi itu menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai Museum De Mata-De Arca Yogyakarta yang merupakan objek wisata baru dan menarik untuk fotografi unik. Ketahui juga beberapa Tempat Wisata di Jogja lainnya yang menarik untuk Anda kunjungi. Semoga bermanfaat untuk Anda.

sumber : https://tempatwisataunik.com/wisata-indonesia/yogyakarta/museum-de-mata-de-arca-yogyakarta


Menikmati Indahnya Curug Luweng Sampang, Grand Canyon Versi Yogyakarta

Wisata di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini semakin beragam dan memiliki keunggulan masing-masing di setiap daerahnya. Tentunya seiring dengan berkembang pesatnya potensi wisata di Yogyakarta, semakin banyak pula para pelancong atau wisatawan yang berbondong-bondong pergi ke sana. Salah satu tempat wisata di Yogyakarta yang ingin kami perkenalkan kepada Anda adalah Curug Luweng Sampang.

Curug Luweng Sampang terletak di Dusun Karangasem, Sampang, Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tepatnya perbatasan antara Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Gunung Kidul, DIY dengan Desa Jogoprayan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten Jawa Tengah. Apabila Anda penasaran dan ingin mengunjungi tempat ini, bisa bergerak melalui Jalan Yogyakarta Solo yang rata serta menghindari tanjakan curam berkelok.

Biasanya masyarakat melewati rute Jalan Yogyakarta – Solo dan bergerak menuju Kecamatan Ganti Warno. Anda tinggal mengikuti arah jalannya menuju tenggara hingga sampai di Desa Sampang. Selain lewat Desa Sampang, Anda juga bisa melalui rute perjalanan Yogyakarta Prambanan Srowot Wedi, lalu setelah sampai di Pasar Wedi, perjalanan terus dilanjutkan ke selatan lewat Desa Canan hingga menuju Jogoprayan. Lokasi Luweng Sampang tepat ada di pinggir jalan. Kendaraan baik itu mobil maupun sepeda motor bisa diparkirkan di rumah penduduk. Tidak ditemukan petunjuk atau tanda bahwa tempat ini memang dibuka sebagai objek wisata karena memang petunjuk jalan juga minim dan belum dikelola secara resmi oleh kepariwisataan di sekitar Luweng Sampang. Apabila bingung arah jalan, bisa menanyakan kepada warga sekitar tentang Luweng Sampang ini.

Setelah sampai di Curug Luweng Sampang, Anda akan diberikan pemandangan unik dan menarik, apalagi motif batuannya yang langka terbentuk karena terpaan air serta gerusan curug yang menampilkan ukiran alami yang cantik. Dua spot air terjun menyambut Anda diiringi dengan bunyi gemericik dari suara air terjun dan sungai yang mengalir alami.

Pemandangan unik dari pola garis lengkung yang berlekuk-lekuk mengikuti bentuk dan struktur batu menjadi perpaduan yang pas untuk dinikmati. Pemandangan alam yang masih asri, terjaga, seperti simfoni dari lagu-lagu musik dan goresan bebatuan yang diukir bagaikan karya seni maestro yang penuh ketelitian dan rasa serta cipta unggulan. Sungguh indah dan wajib Anda kunjungi bersama kerabat ataupun teman dekat!

Adapun air terjun Luweng Sampang ini mempunyai ketinggian sekitar lima meter, dan lebarnya sekitar satu setengah meter. Air terjun cantik ini dapit dengan batu bebatuan yang besar dan membentuk bukit kecil. Adapun bentuk serta penampakan dari bebatuan air terjun Luweng Sampang ini mirip dengan Antelope Canyon atau Grand Canyon di Negara Amerika Serikat.

Di balik derasnya air terjun ini ada sebuah terowongan kecil dan berdasarkan cerita dari penduduk setempat, bahwa tempat ini dulunya digunakan untuk pertapaan dari Sunan Kalijogo. Mbah Legiman yang merupakan juru kunci atau penjaga dari Curug Luweng Sampang bahwa curug ini tetap aman dari terpaan banjir serta didukung oleh lokasinya yang lebih tinggi dari aliran sungai. Bagi pria tujuh puluh lima tahun ini, air terjun tersebut menjadi anugerah yang diberikan Tuhan dan wajib dilindungi serta dijaga kebersihan maupun kelestariannya, agar anak cucu kita masih bisa menikmatinya.

Dahulu kala, ditempat grojogan yang tertinggi di Luweng Sampang ini, sekitar lima meter tingginya dipakai untuk pertapaan dari Sunan Kalijogo yang merupakan salah satu dari walisongo. Sunan Kalijogo adalah putra dari Adipati Tuban yaitu Tumenggung Wilatikta serta merupakan murid Sunan Bonang. Nama Luweng Sampang ini berasal dari kata Luweng yang artinya lubang, serta Sampang yang merupakan nama Desa di sana, yaitu Desa Sampang.

Batuan Karst terbentuk dikarenakan gerusan dan kucuran air di periode tertentu yang menyebabkan batuan di lokasi Luweng Sampang membentuk seperti aliran air meliuk-liuk indah dan eksotis. Adapun lokasi pertapaan juga dihiasi dengan beberapa grojogan berukuran kecil dan semakin menyemarakkan tempat wisata ini. Air sungai dan grojogannya biasanya dipakai untuk mandi atau bermain air serta memancing. Banyak juga fotografer amatir hingga professional memanfaatkan momen ini untuk berburu foto yang terbaik karena memang pemandangannya sungguh menakjubkan.

sumber : https://rentalmobiljogja.id/menikmati-indahnya-curug-luweng-sampang-grand-canyon-versi-yogyakarta/

Menjelajah Indahnya Istana Air Taman Sari Yogyakarta

Yogyakarta, kota yang dikenal dengan sejuta keindahannya dan tempat terbaik untuk merawat kenangan ini memang memiliki wisata sejarah yang menarik untuk digali lebih dalam. Tak heran jika kota ini selalu menjadi pilihan tepat, liburan bagi para pengunjung lokal maupun dari mancanegara.

Yogyakarta merupakan salah satu tempat tujuan yang paling diminati oleh para wisatawan di Indonesia, tempat ini selalu menawarkan tempat wisata yang sangat indah dan luar biasa, mulai dari wisata alam, wisata kuliner, dan sampai wisata sejarah pun banyak bisa kamu temui ketika berada di kota yang istimewa ini.

Memang tempat ini sudah berdiri sejak lama, tapi buat kamu yang belum pernah berkunjung ke Istana Air Taman Sari, Yogyakarta, tidak ada salahnya kan untuk menjelajah dan melihat lagi lebih luas keindahan-keindahan dari tempat ini.

Tempatnya yang terletak di Jl. Komplek Taman Sari, Kraton, Patehan Yogyakarta. Tempat ini dulunya merupakan tempat rekreasi untuk para keluarga kerajaan. Selain menjadi tempat rekreasi, tempa ini juga merupakan benteng pertahanan yang sudah berdiri sejak zaman dahulu.

Pada mulanya Istana Air Taman Sari ini dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1758-1765.

Tempat yang merupakan peninggalan kerajaan Jawa ini, sekarang telah menjadi salah satu tempat wisata sekaligus cagar budaya sejarah yang telah dilestarikan dan dirawat sampai saat ini.

Istana Air Taman Sari ini sendiri pun memiliki luas lahan yang pada awalnya hanya sebesar 10 hektar dengan 57 bangunan di dalamnya. Seperti namanya, tempat ini terdiri dari Istana Air yang menjadi tempat pemandian Putri Raja dan Permaisuri pada zaman dahulu.

Jika berkunjung ke tempat ini, kamu bisa menemukan beberapa kompleks di dalamnya, seperti; kolam pemandian, danau buatan, pulau buatan, jembatan gantung, taman, lorong bawah tanah, kanal air, Masjid, dan beberapa bangunan lainnya yang gedungnya sengaja dirancang khusus dengan beberapa arsitektur dunia.

Tempat ini sendiri memiliki arsitektur yang sangat indah dan unik sekali yang merupakan perpaduan antara berbagai budaya di dunia. Selain tempatnya yang indah, di tempat ini kamu bisa berkeliling dan diperbolehkan untuk berfoto. Tapi, ingat! Jangan pernah merusak pekarangan sekitar karena tempat ini merupakan cagar budaya yang dilindungi lho.

4 bagian paket wisata Istana Air Taman Sari:

  1. Bagian pertama yang wajib kamu datangi adalah danau buatan yang terletak di sebelah Barat.
  2. Bagian kedua adalah bangunan yang berada di sisi sebelah danau buatan yaitu Umbul Binangun.
  3. Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang berada di sebelah Selatan umbul Binangun.
  4. Bagian terakhir yang wajib kamu datangi pada saat berada di Istana Air Taman Sari adalah bagian di sebelah timur yang memanjang dari Pemandian Umbul Binangun sampai Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati, merupakan danau dengan pulau buatan serta jembatan gantung dan kanal.

Kemegahan dari arsitektur kuno dengan pemandangan yang sangat memesona ini sangat pas sekali jika kamu kunjungi tahun 2017 ini.

Letaknya yang tidak jauh dari kompleks Keraton Yogyakarta ini sebagai salah satu situs peninggalan sejarah yang selalu ramai dan dipadati oleh para pengunjung dalam setiap harinya.

Sudah lebih dari dua ratus tahun yang lalu, sebuah istana air ini juga merupakan salah satu lambang kejayaan Raja Mataram, walaupun tempat ini berada di Jogja, namun nyatanya bangunan ini sama sekali tidak memiliki arsitektur Jawa maupun Nusantara Indonesia, melainkan ciptaan dan memiliki bangunan ala Portugis.
Dua ratus tahun yang telah berlalu ini ternyata nama Taman Sari yang diambil dari arti “Taman yang indah” ini juga kini menyimpan banyak sekali rahasia di dalamnya.
Adanya terletak danau buatan air kecil atau yang terlihat seperti kolam besar ini ternyata dulunya merupakan salah satu tempat mandi sang Ratu pada zaman dahulu kala. Tempat tidurnya pun sengaja di rancang khusus dan tidak boleh sembarangan orang bisa masuk ke dalam ruangannya.

sumber : https://blog.reservasi.com/menjelajah-indahnya-istana-air-taman-sari-yogyakarta/

Puncak Becici, Terpikat Rona Senja di Atas Hamparan Pucuk Pinus

Dalam budaya Korea, pohon pinus melambangkan cinta abadi alias everlasting love. Pohon yang tumbuh menjulang tinggi melambangkan cinta sejati yang tidak bercabang-cabang, lurus, sekaligus kokoh. Karena itu beberapa drama Korea seperti Winter Sonata dan My Sassy Girl menjadikan pohon pinus sebagai simbol kisah mereka. Nah jika kamu sedang PDKT dengan seseorang, tak ada salahnya kamu ajak dia jalan-jalan ke hutan pinus. Selain bisa memenukan suasana yang nyaman, kamu pun bisa berkisah tentang filosofi cinta ala pohon pinus.

Di Yogyakarta terdapat banyak hutan pinus, salah satu yang paling populer adalah Hutan Pinus Mangunan, Imogiri, Bantul. Namun tahukah kamu? Bahwa tak jauh dari Hutan Pinus Mangunan terdapat hutan pinus lainnya yang tak kalah indah. Bahkan dari hutan pinus ini kamu bisa menyaksikan senja yang indah sekaligus romantis. Tempat tersebut bernama Puncak Becici.

Tak jauh berbeda dengan Hutan Pinus Imogiri, hutan pinus yang dikenal dengan nama Hutan Sudimoro I atau Becici Asri ini merupakan hutan lindung yang dikelola oleh RPH Mangunan. Tanaman pinus yang ada di hutan ini diambil getahnya untuk dijadikan terpentin. Namun karena memiliki panorama yang elok di puncaknya, maka orang-orang berbondong-bondong datang ke Puncak Becici. Akhirnya Puncak Becici dikelola oleh warga setempat dan dijadikan salah satu destinasi wisata baru.

Perjalanan dari Yogyakarta menuju Puncak Becici terbilang menyenangkan dan memanjakan mata. Jalanan yang halus, semilir angin, deretan pohon yang berdiri dengan rapat mampu membuat siapa saja yang melewatinya tersenyum sumringah. Desiran angin yang menggoyangkan ranting-ranting pohon membuat kaki tak merasa lelah. Rimbunnya hutan pinus inilah yang mengakibatkan kamu tidak merasakan beratnya jalan kaki. Selain itu, kamu juga akan menjumpai kursi-kursi panjang dari kayu yang bisa kamu gunakan beristirahat. Gardu pandang yang dibangun diatas pohon juga menambah nyaman suasana.

Puncak Becici ini dikenal dengan panormanya yang indah. Kamu bisa melihat deretan pepohonan hijau yang tumbuh rapat-rapat dari ketinggian dengan latar belakang Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Tidak hanya itu, jika cuaca sedang cerah kamu akan melihat goresan air yang memanjang lurus, itulah garis pantai selatan. Keelokan lukisan Tuhan ini akan kamu jumpai setelah berjalan kaki sekitar 15 menit.

Kawasan Bantul lantai dua ini juga menyuguhkan hal yang spesial ketika sore menjelang. Sinar keemasan mewarnai langit dengan perpaduan gumpalan awan putih. Momen yang pas ketika kamu berada di atas gardu pandang ketika melihat sunset tiba. Puncak Becici ini menyediakan beberapa gardu pandang yang dapat kamu gunakan untuk melihat keindahan itu. Menikmati senja di hamparan hutan pinus bersama orang terkasih akan menjadi pengalaman.

Aktivitas Yang Bisa Dilakuakan di Puncak Becici

  • Sunset Seeing
    Bagi para pemburu senja, menikmati pergantian hari di Puncak Becici adalah hal yang seharusnya dimasukkan dalam daftar kunjungan. Spot terbaik menikmati senja tentu saja dari ketinggian gardu pandang. Dari bangunan bambu tersebut kamu bisa melayangkan pandang ke berbagai penjuru mata angin. Jika hari cerah, kamu bisa melihat sinar emas matahari senja menyapu puncak gunung-gemunung, pucuk-pucuk pepohonan, hingga garis pantai selatan. Meski terlihat menyilaukan, namun pemandangan yang berlangsung singkat ini sayang untuk dilewatkan.
  • Duduk di atas Gardu Pandang
    Ciri khas yang ada di Puncak Becici adalah gardu pandang yang dibangun oleh warga setempat. Kamu bisa naik ke gardu ini dan menikmati hembusan angin yang menerpa wajahmu. Tataplah ke depan, maka kamu akan menemukan bentang alam yang indah. Hamparan hutan menghijau, puncak gunung yang berjajar, dan garis pantai selatan yang lurus memanjang menjadi pemandangan yang tersaji secara Cuma-cuma. Namun saat berada di atas gardu pandang kamu wajib berhati-hati, karena di ketinggian ini tidak ada alat pengaman khusus seperti sit harnest dan tali kernmantle layaknya di obyek wisata Kalibiru, Kulon Progo.
  • Hammocking dan Bermain Ayunan
    Tiduran diatas hammock sembari berselaras dengan alam bisa menjadi relaksasi dan terapi bagi kamu berkunjung kesini. Bawalah hammock dari rumah, karena disini tidak menyediakannya. Namun jika tidak memiliki hammock kamu tak usah terlalu khawatir. Kamu tetap bisa merasakan sensasi berayun diantara pohon-pohon pinus, karena pengelola telah menyediakan ayunan yang bisa kamu gunakan di kawasan Puncak Becici ini.
  • Camping
    Menikmati konser derik serangga malam dibawah bayangan pucuk pinus akan menjadi pengalaman yang seru. Jika kamu ingin merasakannya, kamu bisa camping di kawasan Puncak Becici. Di tempat ini telah tersedia camping ground yang cukup luas dan bisa digunakan untuk mendirikan banyak tenda. Untuk camping di tempat ini kamu cukup membayar Rp 5.000 per orang. Murah kan?
  • Photo Hunting
    Banyak yang memanfaatkan keeksotisan pohon pinus disini untuk mengabadikan momen bersama, terlebih ketika sunset tiba. Dari tempat ini kamu bisa menangkap indahnya warna jingga dari pancaran matahari yang hendak tenggelam. Kamu juga bisa menciptakan foto landscape yang indah atau memotret siluet sahabat-sahabatmu. Selain asyik sebagai tempat selfie dan groufie, tempat ini juga salah satu alternatif untuk pemotretan model hingga pre wedding selain di Hutan Pinus Mangunan. Untuk melakukan pemotretan pre wedding disini kamu wajib membayar biaya sebesar Rp 30.000.

Lokasi dan Akses Menuju Puncak Becici

Puncak Becici terletak di Dusun Gunung Cilik, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul, dan masih termasuk dalam kawasan Hutan Lindung RPH Mangunan. Destinasi wisata ini mudah dicapai. Jika kamu dari arah Yogyakarta, kamu dapat menyusuri Jalan Imogiri Timur lurus hingga menemukan petunjuk arah ke Kebun Buah Mangunan. Ikuti saja jalan tersebut hingga menemukan pertigaan, kemudian belok kiri ke arah hutan pinus. Setelah melalui hutan pinus ini, kamu akan menemukan pertigaan pertama kemudian ambilah jalan kekiri. Dari sini kamu akan mendapati papan penunjuk arah menuju Puncak Becici.

Sementara itu jika kamu lewat Jalan Jogja – Wonosari, maka rute yang harus kamu ambil adalah menyusuri rute Piyungan – Bukit Bintang – Perempatan Patuk. Dari perempatan silahkan belok kanan ke arah Dlingo dan ikuti jalan utama hingga bertemu dengan Hutan Pinus Sudimoro 1. Setelah melewati hutan pinus kamu akan menemukan petunjuk arah menuju ke Puncak Becici.

Retribusi
  • Tiket masuk: gratis
  • Parkir motor: Rp 3.000,00
  • Parkir mobil: Rp 10.000,00
  • Parkir bus: Rp 20.000,00
  • Camping: Rp 5.000,00/orang
  • Gardu pandang: Rp 2.000,00/orang

sumber : https://www.maioloo.com/tempat-wisata/yogyakarta-jogja/puncak-becici/

Sensasi Naik Kereta Gantung di Pantai Timang Gunungkidul

Pantai Timang merupakan salah satu pantai tersebar di wilayah Gunungkidul, tepatnya di Pendukuhan Danggolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai ini terbilang cukup unik dan sangat menantang. Terbagi menjadi dua area dan memiliki sebuah transportasi khusus untuk sampai di antara dua area berbeda itu.

Pada area pertama, berada di sebelah timur yang merupakan pantai dengan pasir berwarna putih. Sedangkan pada area kedua, berada pada sisi bagian barat yang berupa perbukitan batu-batuan terjal yang berbatasan langsung dengan laut.

Pemandangan menakjubkan pun akan terlihat, apabila Anda mampu melintas area kedua berupa perbukitan batu-batuan terjal itu. Nah, perbukitan batu itu dikenal dengan nama batu panjang atau pulau panjang dan atau pulau timang.

Untuk bisa sampai ke pulau timang, Anda diharuskan menyeberang melalui area pertama dengan menggunakan sebuah kereta gantung yang dibuat secara tradisional. Kereta gantung itu terbuat dari kayu dan bambu, dirangkai dengan tambang tali plastik yang sangat kuat sehingga dapat menopang berat badan dari seseorang.

“Tempatnya menarik, cocok buat yang suka traveling sambil menantang adrenalin. Karena buat nyeberang ke sana (Pulau Timang) kita mesti naik gondola atau jembatan dan atau kereta gantung,” kata seseorang yang pernah mengunjungi Pulau Timang di Gunungkidul, Yogyakarta, Siti Farhani kepada VIVA.co.id, Minggu 7 Mei 2017.

Bagi Anda yang ingin menyeberang ke Pulau Timang, memang cukup mengeluarkan kocek yang mahal. Namun, setelah Anda membayar sebanyak Rp150 ribu untuk kereta gantung dan Rp100 untuk jembatan, Anda bisa merasakan panorama keindahan pulau tersebut dengan sangat menakjubkan.

Selain wisata yang dapat memicu adrenalin, ternyata, di sana juga banyak beberapa spot untuk berfoto yang menarik. Dari sana juga, Anda bisa merasakan indahnya matahari terbenam.

“Pemandangan indah banget. Bikin enggak mau pulang, karena banyak spot foto menarik di sana. Apalagi sambil menyaksikan sunset,” ujarnya.

Adapun akses menuju pulau timang terkesan sulit. Karena, jalan menuju ke pantai itu sangat terjal dan berbatu.

Sehingga disarankan, untuk menuju ke pulau tersebut dengan menggunakan sepeda motor. Namun, bagi Anda yang tak menggunakan sepeda motor pribadi, tersedia banyak tukang ojek yang dibanderol sebanyak Rp40 ribu. Dan, bagi Anda yang menggunakan kendaraan roda empat, cukup membayar parkir sebanyak Rp5 ribu.

Meski demikian, dibalik sulitnya perjalanan menuju ke sana, ternyata pulau timang adalah tempat yang paling baik bagi para nelayan untuk mendapatkan hasil laut. Masyarakat setempat sering menggunakan kereta gantung ini menuju Pulau Timang untuk mencari hasil laut yang banyak terdapat di sana terutama lobster.

Hasil laut berupa lobster yang memiliki nilai jual tinggi inilah yang membuat masyarakat setempat sampai rela bersusah payah dan berjuang untuk menuju ke pulau timang dengan medan berbahaya untuk mendapatkan hasil tangkapan tersebut.

sumber : https://www.viva.co.id/gaya-hidup/travel/912876-sensasi-naik-kereta-gantung-di-pantai-timang-gunungkidul


Candi Ratu Boko, Tempat Sempurna untuk Menikmati Sunset

Anda termasuk orang yang suka berburu senja? Yogyakarta mempunyai banyak tempat dengan pemandangan indah yang digunakan untuk melihat senja. Para pecinta fotografi dan orang yang suka memandangi pesona alam akan berburu tempat ini dan mengabadikannya. Candi Ratu Boko menjadi salah satu tempat yang paling dicari untuk menyaksikan fenomena alam ini.

Candi Ratu Boko merupakan sebuah situs purbakala yang terletak di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Kawasan candi ini terletak sekitar 18 km di sebelah timur pusat kota Yogyakarta. Lokasi Candi Ratu Boko tidak sulit ditemukan, jika anda berada dari arah pusat kota Yogyakarta maka anda bisa mengambil arah ke Jalan Solo. Rute selanjutnya ke arah Candi Ratu Boko, jika anda sudah berada di Jalan Solo km 17 atau sudah mendekati Candi Prambanan maka anda bisa mengambil arah ke Pasar Piyungan. Sekitar 5 menit kemudian anda akan menemukan tanda parkir menuju Candi Ratu Boko.

Kawasan Candi Ratu Boko ini menempati area seluas 25 hektar dan berada pada ketinggian sekitar 196 meter dari permukaan laut. Tempat ini dibagi ke dalam empat bagian, yaitu : tengah, barat, tenggara dan timur. Informasi ini bisa anda dapatkan di papan informasi yang terletak di dekat pintu gerbang masuk.

Istana Ratu Boko justru hanya memiliki sedikit candi. Pada bagian tengah anda candi akan menemukan gapura utama sebagai pintu masuk kompleks, lapangan, kolam, paseban dan candi pembakaran. Saat memasuki area wisata Candi Ratu Boko anda akan dihadapkan pada 2 pintu Paduraksa. Pintu ini mempunyai sebuah atap berbentuk Ratna yang berfungsi sebagai pintu masuk utama. Pintu pertama Candi Ratu Boko terbuat dari batu andhesit sehingga bentuknya lebih mirip dengan keraton. Sedangkan untuk lantai dan tembok tangganya terbuat dari batu kapur putih halus.

Candi Ratu Boko mempunyai keistimewaan lain yang terletak di sebelah kiri gapura. Spot ini dinamakan dengan Candi Pembakaran, digunakan sebagai tempat kremasi masyarakat yang beragama Hindu. Di bagian tenggara, anda akan menemukan pendopo, beberapa balai, 3 candi, kolam dan kompleks Keputren. Anda akan dapat menemukan goa batu yang terletak pada lokasi sebelah timur. Sedangkan di sebelah barat kompleks, anda akan menemukan perbukitan. Di tempat inilah anda bisa melihat Candi Prambanan yang sangat indah.

Harga tiket masuk Candi Ratu Boko sebesar Rp. 25.000,- untuk jam 6 pagi sampai dengan jam 3 sore. Untuk harga tiket masuk ini sudah termasuk dengan biaya yang dikeluarkan untuk parkir. Sedangkan untuk harga tiket masuk setelah jam 3 sore sebesar Rp. 100.000,-. Lokasi wisata Candi Ratu Boko akan tutup pada jam 5 sore. Candi Ratu Boko terkenal sebagai tempat terbaik untuk menikmati sunset di Yogya. Lokasi yang berada di Bukit Seribu memungkinkan anda untuk menikmati pemandangan sebagian kota Yogyakarta. Pemandangan lain yang bisa anda nikmati di tempat ini adalah mahakarya Rakai Pikatan berupa Candi Prambanan. Tepat di belakang Candi Prambanan, anda juga bisa menikmati keindahan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Lingkungan Candi Ratu Boko juga sangat alami yang mampu membuat nyaman bagi siapa saja yang mengunjunginya.

Sebenarnya, Candi Ratu Boko sangat berbeda dengan situs-situs arkeologi lainnya seperti Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Situs purbakala Candi Ratu Boko ini merupakan bekas kompleks istana yang terdiri dari beberapa bagian bangunan. Sisa kemegahan keraton ini dibangun pada tahun 746 dan 784 oleh Rakai Panangkaran, seorang raja keturunan Wangsa Syailendra pada masa Mataram Kuno. Sebelum digunakan sebagai keraton, tempat ini merupakan sebuah wihara. Pada masa itu Rakai Panangkaran menggunakan tempat ini untuk menyepi dari hiruk pikuk dunia.

Puluhan tahun kemudian, antara 856 dan 863, Rakai Walaing mengubah tempat itu menjadi keraton yang lengkap dengan fasilitas pertahanan.

Keindahan tempat ini akan lengkap saat waktu menunjukkan pukul 5 sore. Langit mulai memerah dan matahari mulai tenggelam. Rakai Panangkaran tidak salah memilih tempat ini untuk menyepi, selain jauh dari keramaian juga mempunyai panorama yang sangat cantik.

sumber : https://www.wanita.me/candi-ratu-boko/

Wisata Alam Kalibiru Yogyakarta

Sejarah

Wisata Alam ini dibangun atas inisiatif masyarakat di sekitar hutan negara yang berkeinginan agar hutan tersebut tetap tumbuh hijau, sejuk, dan lestari. Pengembangan wisata alam ini tidak lepas dari proses panjang upaya masyarakat di sekitar hutan dalam memulihkan keadaan hutan yang dulunya tandus dan gersang.

Pembangunan wisata alam Kalibiru dilakukan sebagai salah satu bentuk pemanfaatan jasa lingkungan atas dasar Izin Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan selama 35 tahun – (terhitung sejak 14 Pebruari 2008) – yang diperoleh kelompok-kelompok pengelola hutan atas kepercayaaan yang diberikan oleh Pemerintah kepada masyarakat di sekitar hutan Negara tersebut.

Salah satu daya tarik kawasan wisata alam ini adalah bentang alamnya yang asri yang merupakan harmonisasi antara hijaunya hutan dengan hamparan berbukit yang sangat luas dengan pemandangan alamnya yang sangat indah dan mempesona. Masyarakat setempat juga dikenal ramah, santun, memiliki rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan, masih mempertahankan beraneka ragam seni budaya tradisional, sehingga mampu menimbulkan rasa tenang dan nyaman bagi siapa saja yang berkunjung di kawasan wisata alam ini.

Setiap harinya, ratusan orang naik ke pelataran ini, sehingga saat hari libur antrian agak panjang. Saat mencoba mengantri, antrian mencapai 1,5 hingga 2 jam. Harus sabar, toh sambil menunggu antrian bisa juga dilewatkan dengan menelusuri beberapa rute tracking ataupun wedangan di warung terdekat. Harga minuman dan makanan masih terbilang murah, segelas es teh hanya seharga Rp 2 ribu.

Paket Wisata di Hutan Kalibiru

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan Kalibiru antara lain:

  • Outbound Training
  • Wisata Pedesaan
  • Wisata Budaya
  • Wisata Pendidikan
  • Wisata Keluarga
  • Wisata Trekking
  • Wisata Terapi Alam

 Fasilitas Pendukung

Pengunjung wisata alam Kalibiru ini juga dapat menikmati sejumlah fasilitas pendukung sebagai berikut :

  • Pondok Wisata

Adalah fasilitas  penginapan dengan desain “rumah kampung Jawa” yang dimodifikasi. Di kawasan ini ada 6 unit fasilitas pondok wisata dengan daya tampung masing-masing untuk 10 – 15 orang. Keberadaan pondok ini juga didukung oleh adanya Homestay (rumah singgah) yang berada di rumah-rumah penduduk sekitar kawasan.

  • Joglo (ruang pertemuan) :

Ruang Pertemuan yang ada di kawasan ini disediakan khusus dalam bentuk Rumah Joglo yang masih asli. Jumlahnya ada 3 unit, 2 unit berlantai keramik, 1 unit berlantai semen, masing-masing memiliki kapasitas hingga 75 orang.

  • Gardu Pandang

Gardu pandang yang dibangun di atas ketinggian bukit Menoreh ini bisa menjadi tempat untuk melihat pemandangan alam yang ada di bawahnya.

  • Perpustakaan

Keberadaan perpustakaan ini sangat mendukung kemajuan masyarakat di sekitar kawasan wisata Kalibiru.

  • Flying Fox

Di kawasan Kalibiru terdapat dua lintasan flying fox :

– 1 jalur untuk anak-anak, panjang lintasan 50 m, dengan grade rendah

– 1 jalur untuk dewasa, panjang lintasan 85 m, dengan grade sedang

  • Jalur Tracking

Jalur tracking ini melingkar di sepanjang kawasan. Di samping untuk kegiatan olahraga dan refreshing, melalui jalur ini kita bisa mengenal berbagai jenis tanaman hutan Kegiatan Tracking bisa dilakukan melalui beberapa jalur alternatif:

Jalur Dekat (2 – 3 km) : merupakan jalur melingkar dari kawasan — melewati beberapa ruas jalan setapak (jalur merumput) — masuk ke pemukiman penduduk — kembali ke kawasan.

Jalur Menengah (3 – 4 km) : merupakan jalur melingkar dari kawasan — melewati beberapa ruas jalan setapak (jalur merumput) — menyisir sungai-sungai kecil di kawasan – masuk ke pemukiman penduduk — kembali ke kawasan.

Jalur Jauh (4 – 5 km) : merupakan jalur melingkar dari kawasan — melewati beberapa ruas jalan setapak (jalur merumput) — menyisir sungai-sungai kecil di kawasan — masuk ke lokasi Waduk Sermo — melewati jalan utama/masuk ke pemukiman penduduk — kembali ke kawasan.

  • Spot Foto

Di beberapa titik tersedia juga beberapa tempat untuk berfoto. Biasanya terbuat dari pelataran kayu di atas pohon, dengan background yang menawan. Setiap orang yang hendak naik ke pelataran ini dikenai biaya 15 ribu. Tersedia juga jasa foto profesional, dengan tarif 5 rb per file foto yang hendak dikopi ke HP, atau di email. Tidak perlu takut soal keamanan, karena banyak pengaman yang dipasang. Setiap pengunjung yang naik ke pelataran wajib menggunakan alat pengaman.

Lokasi

Wisata alam Kalibiru terdapat di perbukitan Menoreh, terletak pada ketinggian 450 m dpl, di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Lokasi kawasan wisata ini terletak di sebelah barat Kota Yogyakarta dengan jarak kurang lebih 40 km, atau 10 km dari Kota Wates, ibukota Kulon Progo.

sumber : https://gudeg.net/direktori/1831/wisata-alam-kalibiru-yogyakarta.html

Jembatan Teras Kaca Pantai Nguluran, Spot baru di Jogja yang Sedang Hits Dikunjungi!

Nama Pantai Nguluran mendadak viral setelah beberapa pengguna media sosial memposting foto-foto liburannya di atas teras kaca yang berada di atas tebing Pantai Nguluran dengan nuansa yang cukup ekstrem.

Pantai Nguluran menyajikan pemandangan alam yang luar biasa dengan tebing-tebing karang indah di sekitarnya.

Birunya lautan yang membentang luas dengan butiran pasir putih dan bukit karang yang begitu asri membuat hati terasa lebih adem. Hembusan angin pantai pun membuat pikiran terasa lebih rileks.

Pantai yang terletak sekitar 300 meter di sebelah barat Pantai Gesing ini menawarkan sensasi liburan yang sangat berkesan dengan beberapa spot instagramable di sekelilingnya.

Selain keindahan panorama pantai yang sedap dipandang, di lokasi ini kamu juga akan diajak untuk mencoba beberapa spot foto cukup ekstrem.

Yang paling terkenal tentu saja teras kaca di atas tebing yang kabarnya hanya ada satu-satunya di Yogyakarta bahkan di Indonesia.

Teras kaca yang terinspirasi oleh jembatan kaca di Cina ini berada di pinggir tebing dengan ketinggian sekitar 30 meter.

Ukuran luasnya 25 meter persegi dan ketebalan kaca 13 milimeter, dengan konstruksi bangunan yang sudah memenuhi standar keamanan.

Teras yang terbuat dari komposisi kaca dan galvalum tersebut dilengkapi dengan konstruksi besi yang kuat dan kokoh sehingga lebih terjamin keamanannya.

Teras kaca ini merupakan bagian dari resort pribadi dan villa milik Bapak Nur Nasution yang rencananya akan dibangun di lokasi seluas kurang lebih 1 hektare.

Meskipun destinasi ini masih dalam tahap pengembangan, namun saat ini telah dibuka untuk umum dan wisawatan bisa berswafoto secara bergantian demi keselamatan bersama.

Berfoto di atas teras kaca yang menjorok ke arah laut, tentu memberikan sensasi yang cukup menantang adrenalin. Mengingat, di bawahnya nampak lautan yang terlihat jelas dari atas kaca.

Kursi raksasa dengan nuansa putih ini terletak di pinggir tebing dengan view langsung menghadap ke arah laut lepas.

Di tempat ini kamu bisa berfoto dengan pemandangan pantai yang eksotis sebagai background-nya. Sama seperti teras kaca, kamu akan diajak untuk merasakan sensasi berdiri di atas ketinggian tebing dengan hempasan ombak di bawahnya.

Harga Tiket Masuk Pantai Nguluran

Harga tiket masuk ke lokasi wisata Teras Kaca di Pantai Nguluran adalah sebesar Rp 5.000/orang belum termasuk parkir. Yaitu Rp 3.000 untuk parkir sepeda motor dan Rp 6.000 untuk parkir mobil.

Bagi pengunjung yang akan berfoto di spot teras kaca dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 10.000/orang selama 5 menit (weekday) dan Rp 20.000/orang selama 5 menit (weekend). Sementara untuk berfoto di spot giant chair dikenakan biaya sebesar Rp 5.000.

Rute Perjalanan Pantai Nguluran

Lokasi wisata Teras Kaca di Pantai Nguluran dan giant chair terletak di Dusun Bolang, Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, DIY atau sekitar 60 km dari Kota Jogja dan bisa ditempuh dengan waktu sekitar 1,5 – 2 jam perjalanan.

Perjalanan dari Kota Jogja bisa diarahkan menuju ke Jalan Wonosari – Sampaan – Piyungan – selanjutnya menuju ke arah Patuk – Sambipitu – Hutan Bunder – Lapangan Terbang Gading – sampai di pertigaan ambil arah ke kanan menuju ke arah Pasar Playen – dari Jalan Paliyan Panggang arahkan kendaraan ke kawasan Girikarto – ikuti petunjuk arah menuju ke kawasan Teras Kaca Pantai Nguluran.

Fasilitas Pantai Nguluran

Selain fasilitas standar seperti area parkir dan toilet, di kawasan Pantai Nguluran juga terdapat beberapa fasilitas menarik lainnya yang akan membuat acara liburan semakin seru.

Fasilitas unik seperti teras kaca, giant chair dan becak terbang bisa dijadikan spot foto kekinian yang instagramable.

Di kawasan wisata Teras Kaca Pantai Nguluran juga terdapat wahana lainnya yang tak kalah menarik, yaitu rumah boneka, colorful stone, circle of life dan playground.

Selain itu ada juga fasilitas penginapan dan rumah makan di dekat kawasan teras kaca Pantai Nguluran.  FYI, kawasan wisata ini buka mulai pukul 09.00-17.00 WIB.

Daya Tarik Pantai Nguluran

Daya tarik utama yang disajikan Pantai Nguluran adalah pesona alam pantainya yang menyejukkan mata dan bikin rileks pikiran. Di kawasan Pantai Nguluran, kamu bisa menikmati keindahan laut lepas dari atas ketinggian tebing.

Bukan hanya sekedar tebing alam yang berdiri kokoh, di pinggir tebing juga terdapat spot wisata yang cukup ekstrem yaitu teras kaca yang letaknya menjorok ke arah laut.

Kamu bisa membayangkan bagaimana rasanya berdiri di atas tebing curam dengan pemandangan laut dan hempasan ombak di bawahnya.

Teras kaca yang sudah begitu viral di media sosial ini menawarkan sensasi liburan yang berbeda dan bisa menjadi sebuah pengalaman liburan yang tak terlupakan.

Dari atas teras kaca ini kamu bisa memandang laut lepas dan berfoto dengan background panorama laut yang membentang untuk mengabadikannya. Hasilnya, sudah pasti instagramable!

Selain teras kaca kamu juga akan diajak menikmati sensasi liburan yang tak kalah menantang dengan spot giant chair di pinggir tebing pantai.

Sama seperti teras kaca, di spot foto keren ini kamu bisa mengekspresikan gaya terbaikmu untuk melengkapi foto liburanmu yang paling berkesan.

Selesai dengan teras kaca dan giant chair jangan lewatkan untuk berpose di atas becak terbang yang tak kalah hits.

Di kawasan wisata teras kaca Pantai Nguluran ini kamu juga bisa mengeksplore keindahan pantai dari sisi yang berbeda.

Beberapa fasilitas spot foto kekinian yang tersedia seperti rumah boneka, colorful stone, circle of life bisa kamu coba untuk melengkapi momen liburanmu di Pantai Nguluran.

Letak Pantai Nguluran yang tidak begitu jauh dari kawasan Pantai Gesing memberikan keuntungan tersendiri karena kamu bisa sekalian mampir untuk sekedar berwisata kuliner dengan hidangan khas laut yang menggugah selera.

Tips berwisata di Pantai Nguluran
  • Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima agar perjalanan wisatamu tetap lancar dan menyenangkan.
  • Kondisi fisik yang fit juga tidak kalah penting agar bisa menikmati momen liburan secara maksimal.
  • Jika takut pada ketinggian sebaiknya tidak perlu mencoba fasilitas teras kaca yang cukup ekstrem, kamu tetap bisa menikmati keindahan Pantai Nguluran tanpa harus menginjakkan kaki di teras kaca.
  • Buat kamu yang penasaran dengan sensasi foto di atas teras kaca bisa langsung mendaftar di antrean agar tidak terlalu lama menunggu giliran.
  • Pastikan untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola agar liburan semakin nyaman.
  • Terakhir, jangan buang sampah sembarangan!
Profil Singkat Pantai Nguluran
DestinasiJembatan Teras Kaca Pantai Nguluran
Lokasi WisataBolang, Girikarto, Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tiket MasukRp 5.000/orang, spot giant chair dan teras kaca Rp. 5.000 – Rp. 20.000,-
Instagram@teraskaca
Jam Buka09.00 – 17.00 WIB

sumber : https://nyero.id/jembatan-teras-kaca-pantai-nguluran/

Tebing Breksi Jogja, Bekas Tambang Yang Fotogenic

Bisa dibilang kawasan ini memang mempesona. Dimana, sobat native akan disuguhkan dengan pemadangan tebing kapur yang membentuk sebuah pemandangan alami. Rasanya ingin sekali mengambil setiap sudutnya dengan kamera. Oleh karena itu, jangan lupa membawa kamera, agar setiap momen seru bisa diabadikan.

Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi tebing ini adalah sore hari. Bila siang hari udara panas kota Yogyakarta akan terasa sangat menyengat. Tetapi, bagi sobat native yang ingin menikmati kawasan ini, memang disarankan untuk datang siang hari. Saking sepinya, bisa untuk foto-foto tanpa harus antri.

Sejarah Singkat

Siapa yang tahu dari mana tebing breksi ini berada? Jawabannya adalah dari bebatuan kapur yang dihasilkan dari endapan dan hasil erupsi yang berupa abu vulkanik Gunung Nglanggeran yang berada di gunung kidul. Dimana, gunung tersebut merupakan gunung api yang menghasilkan morfologi bukit setinggi 30 meter.

Uniknya lagi, pada saat penelitian ternyata, bebatuan kapur yang ada di kawasan ini hampir sama dengan bebatuan yang ditemukan di daerah pantai Parangtritis hingga Wonogiri. Dengan kualitas batu terbaik berada di Desa Semilir, memiliki ketebalan antara 300 meter hingga 600 meter.

Nah, sebelum menjadi kawasan wisata yang cukup epic ini. Tebing breksi merupakan tempat penambang bebatuan kapur. Karena, terbengkalai dan tidak digunakan lagi, kawasan ini pun disulap menjadi sebuah kawasan pariwisata. Sebenarnya pada saat penambangan, kawasan ini sering dikunjungi oleh wisatawan. Hanya saja, baru wisatawan dari Yogyakarta saja.

Kemudian pada tanggal 30 mei 2015, Sri Sultan Hamengkubuwono meresmikan kawasan ini sebagai tempat pariwisata baru di Yogyakarta. dan menjadi, salah satu pariwisata andalan di wilayah Sleman selain Candi Prambanan.

Spot Foto Yang Unik

Berada di kawasan ini memang harus siap-siap memori penuh dan beterai full. Karena hampir setiap sudutnya merupakan spot genic. Sobat native akan disuguhkan pemandangan berupa guratan tebing yang benar-benar tampak. Guratan ini seperti halnya, bercak jerawat yang ada di wajah manusia.

Selain itu, berada di ketinggian membuat kawasan ini mempunyai udara yang cukup sejuk. Ada salah satu spot foto favorit. Dimana, pada waktu hari libur, kawasan ini akan dipenuhi oleh wisatawan. Spot tersebut berupa ukiran wayang, sangat detail sekali ukiran ini, sehingga benar-benar mencerminkan kota Yogyakarta yang juga dikenal sebagai kota budaya.

Satu lagi, ukiran di tebing ini adalah ukiran naga sebagai bentuk keberagaman yang ada di Indonesia. Terutama juga berada di Yogyakarta. sobat native juga bisa foto di tangga yang menghadirkan sensasi romantis, bila saat senja tiba. Ada pula spot foto bersama dengan burung hantu. Bisa dipilih mulai dari yang besar atau yang kecil.

Sementara itu, di atas tebing sobat native akan disuguhkan dengan beberapa spot foto berupa sangkar burung, love dengan pemandangan yang mengesankan. Dari sini pula, sobat native bisa menikmati pemandangan candi prambanan. Walau cukup jauh. Namun, sangat menarik untuk disaksikan.

Di sini pula ada area tleter seneng yang berbentuk lingkaran dengan diameter kurang lebih 15 meter. Tempat ini memang mengesankan karena berbentuk seperti panggung. Tempat ini biasanya digunakan sebagai arena untuk menggelar pagelaran seni.

Coba lihat di malam hari, sobat native akan melihat betapa indahnya kawasan ini dengan berbagai lampu yang sudah disediakan. Apabila lapar, jangan takut karena kawasan ini sudah menyediakan tempat makan yang bersahabat. Sobat native bisa menikmatinya bersama dengan pemandangan lengkap tebing dan danau yang terlihat manis.

Alamat Dan Rute Lokasi

Alamat kawasan lokasi ini berada di Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah istiimewa Yogyakarta. nah, untuk menuju ke kawasan ini ada dua cara. Dengan menggunakan kendaraan pribadi dan menggunakan transportasi umum.

Nah, bagi wisatawan yang ingin menggunakan kendaraan pribadi bisa arahkan kendaraan menuju ke perempatan prambanan. Ini adalah titik awal menuju ke tebing breksi. Kalau dari arah solo, belok kiri ketika sampai di lampu merah pertigaan pasar prambanan. Jika, dari Yogyakarta belok ke kanan.

Ikuti jalan hingga menemui papan petunjuk menuju ke candi ratu boko. Kurang lebih 100 meter setelah belok ke kiri sobat native akan bertemu dengan perempatan. Belok ke kanan kearah candi ijo. Ikuti saja jalan dan papan petunjuk. Tujuan sobat native ada di kiri jalan,

Bagi sobat native yang ingin naik transportasi umum. Titik awal pemberangkatan bisa dari terminal giwangan. Atau, bagi sobat native yang berasal dari luar kota bisa turun di stasiun tugu Yogyakarta. kemudian, naik bus trans jogja dengan jurusan pasar prambanan. Harganya pun cukup terjangkau yaitu 5 ribu rupiah saja.

Nah, setelah sampai di halte pasar prambanan sobat native bisa melanjutkannya dengan menggunakan ojek yang tersedia di pasar. Untuk harga, sobat native bisa menawar sendiri. Semakin pintar menawar, maka sobat native akan semakin mendapatkan harga murah.

Harga Tiket Masuk

Untuk harga tiket masuk tebing breksi saat ini masih digratiskan atau lebih tepatnya seikhlasnya memberi. Ditambah dengan harga parkir untuk mobil sebesar 5 ribu rupiah, dan untuk motor sebesar 3 ribu rupiah. harga yang cukup murah bukan.

Tetapi, informasi terbaru yang didapatkan mulai januari tahun 2019 kawasan ini akan dikenakan tarif standar yaitu 5 ribu rupiah untuk wisatawan nusantara. Untuk wisatawan mancanegara akan dikenakan tarif 10 ribu rupiah. belum termasuk harga parkir. Yang kemungkinan besar masih sama.

sumber : https://www.nativeindonesia.com/tebing-breksi/



Hutan Pinus Pengger, Wisata Hits Kawula Muda Jogja!

Katanya kawasan Hutan Pinus Pengger ini tempat wisata hits kawula muda Jogja. Apa iya? Eh, memang yang kamu bayangkan ketika mendengar kata Jogja? Kebanyakan dari kita mungkin akan segera mengingat Jogja sebagai kota pelajar yang lekat dengan pelajar dan mahasiswa. Tapi ke mana perginya orang Jogja saat liburan? Tentunya banyak tempat liburan di Jogja, dan salah satunya adalah Pinus Pengger.

Pinus Pengger merupakan destinasi wisata yang sangat layak kamu kunjungi juga. Ini adalah sebuah destinasi wisata alam yang dikelola di kawasan hutan pinus, di kawasan Bantul, D.I Yogyakarta. Alam di kawasan ini selain indah dan asri, juga sangat menyegarkan dan yang pasti merilekskan ketegangan pikiran selama berkutat dengan kesibukan sehari-hari. Jadi buat yang sudah bosan dengan tempat wisata di Jogja berupa pantai, bisa deh mampir kesini.

Kamu bisa menyaksikan pemandangan luas berupa hamparan pohon pinus yang luas, dari spot yang letaknya cukup tinggi. Dan kamupun bisa pula merasakan suasana hutan dengan masuk ke dalam kawasan pepohonan pinus yang tinggi. Dan yang jelas, berada langsung di sana akan membuatmu merasakan kesegaran oksigen yang menyehatkan paru-paru, dan segarnya aroma getah pinus yang khas.

Hutan Pinus di kawasan wisata Bantul, Jogjakarta ini dikelola dengan baik. Jadi meskipun tergolong wisata baru di Jogja, fasilitasnya cukup lengkap. Di sana kamu tidak hanya akan masuk ke kawasan hutan berupa pohon-pohon saja. Tapi yang bagus dari pengelolaan Pinus Pengger ini adalah, kealamiannya tetap dijaga dan dirawat oleh pengelolanya.

Ada banyak fasilitas di tempat ini. Terutama fasilitas yang mengakomodir para pengunjungnya yang kebanyakan para kawula muda Jogja. Untuk beberapa fasilitas tersebut adalah sebagai berikut:

  • Spot selfie yang mengakomodasi aktivitas bersosial-media, seperti Tangan Raksasa, yang berbentuk seperti tangan yang besar, rumah pohon, jembatan kayu dan yang terbaru yaitu rumah piramid ala Indian yang unik. Letak spot selfie yang cukup tinggi, selain kamu dapat berfoto kamupun bisa sekaligus mengamati pemandangan hijau yang luas, yang pastinya menyamankan saraf mata.
  • Area camping
  • Jalur tracking
  • Area permainan berupa ayunan
  • Fasilitas mushola
  • Warung
  • Tempat beristirahat, seperti gazebo

sumber : https://liburmulu.com/hutan-pinus-pengger-wisata-hits-jogja/